Senin, Desember 30, 2013

Perihal yang Tumbuh di Halaman

Sudah saatnya kita hidupkan kembali halaman rumah masing-masing sebagai satu jalan keluar mulus untuk mencapai kehidupan kita lebih berwarna.

Alam Kata
Dua kata, ‘halaman’ dan ‘pekarangan’, sedaya dan setara—bermakna ‘tanah di sekitar rumah’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lema ‘pekarangan’ memiliki arti yang berdaya hidup, berasal dari kata dasar ‘karang’ yang berarti ‘tempat berkumpul’. Sedang ‘halaman’ sesungguhnya sudah kata dasar. Namun di dalamnya terdapat ‘alam’, lingkup yang membentang dan mengelilingi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dunia buku juga mengenal ‘halaman’, lembaran kitab yang membuka diri untuk para pembaca. Di halamanlah abjad-abjad dirangkai menjadi kata, lalu kata mengalimat yang memenuhi halaman demi halaman. Andai pekarangan kita adalah halaman-halaman buku, maka manusia menjadi aksaranya yang kelak berkumpul baku menyebut dan saling melengkapi agar menjadi kalimat utuh. Begitu pula benda-benda yang ada di lingkup halaman menjadi tanda bacanya. 

Bagaimana alam pikiran arsitektural orang-orang Indonesia? Menurut Osrifoel Oesman, arsitektur kita itu arsitektur halaman. Fungsi rumah itu, kata Oesrifoel, hanya untuk tidur. (National Geography, September 2012) Itu bisa berarti bahwa ‘halaman’ bagi orang Indonesia adalah tempat bermain, bekerja, bercengkerama, memasak, menerima tamu, dan lain-lain. Mungkin sebab begini pula perbendaharaan kata kita menggunakan ‘kampung halaman’ untuk merujukkan ‘asal’ kita ‘lahir’ dan ‘bertumbuh’.

Rabu, Desember 25, 2013

Dua Buku Petualangan Terpuji Tahun 2013

Geography of Bliss

Banyak buku tebal tentang perjalanan ke banyak negara. Tapi karya Eric Weiner ini agaknya bukan semacam itu. Ia menawarkan sudut pandang menarik, yaitu sudut pandang penggerutu. Silakan baca. Jangan lupa pertanyaan selera humor saya karena menyukai buku ini.
Tuan Weiner seorang jurnalis yang menulis 10 bab. Setiap bab membahas negara. Ia warga negara Amerika Serikat, yang berangkat ke Belanda membuktikan bahwa indeks kebahagiaan itu goyah oleh gerutuhan khasnya yang unik. Sepenuhnya memang ia meracau ala pelancong yang terkena gegar budaya (shock culture), omelan sebagaimana sering kita dengar dari mulut para turis luar negeri atau para penerima beasiswa luar negeri yang meneliti di Indonesia.
Tapi dari jalinan dan benturan antara hal-hal ideal dalam pikirannya dengan kenyataan di perjalanan memicu pertanyaan dan memunculkan pernyataan—sebagian besar sangat menghibur. Bahkan saya kadang membayangkan, dia sebenarnya seorang komedian. Bisa jadi dia sangat meyakini, apa yang dikatakan Henry Miller, “Tujuan tidak pernah menjadi tujuan seseorang, tapi tujuannya adalah suatu cara baru melihat hal-hal”.

Sabtu, Desember 14, 2013

Buku tentang Anak Muda Makassar


BUKU INI bertujuan menjadi semacam catatan awal satu potongan kehidupan anak muda Makassar. Meski objek paparan dalam buku ini tentang Chambers dan sederet kegiatan yang mereka sibuki selama ini, namun saya memancang tekad (ketika mulai mengerjakannya) bahwa buku ini menjadi ruang leluasa yang bisa dipakai sekaligus mencatat beberapa bagian kecil perkembangan kebudayaan anak muda di Makassar dalam sepuluh tahun terakhir. Semoga saya tiba di tujuan itu dengan selamat.
Satu dasawarsa belakangan, anak muda Makassar mengambil peran dalam beberapa hal, terutama tentang musik dan teks-teks kebudayaan. Pertunjukan musik skala kecil sampai besar berlangsung dalam kurun waktu itu. Demikian pula penerbitan teks-teks tentang manusia Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dilansir dari tempat saya bekerja.
Entah berhubungan dengan euforia Reformasi atau tidak, seperti muncul kesadaran (dalam waktu) bersama soal betapa pentingnya menentukan nasib sendiri—tidak bergantung lagi pada satu tempat saja. Karena itulah, saya menganggap bahwa pengerjaan buku ini semacam melanjutkan semangat dari kerja dan minat saya selama ini.

Judul: Chambers, Makassar Urban Culture Identity
Penulis: Anwar Jimpe Rachman
Tahun Terbit: Desember 2013
Tebal: xii + 130 hl.
Penerbit: Chambers Celebes

  © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP